Jenis Olahraga

a. Manfaat Olahraga

Meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah yang ditandai dengan :
Aerobik adalah : Olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh. Misalnya : Jogging, senam, renang, bersepeda.
Anaerabik adalah : Olahraga dimana kebutuhan oksigen tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh tubuh. Misalnya : Angkat besi, lari sprint 100 M, tenis lapangan, bulu tangkis.
Denyut nadi istirahat menurun.
Isi sekuncup bertambah.
Kapasitas bertambah.
Penumpukan asam laktat berkurang.
Meningkatkan pembuluh darah kolateral.
Meningkatkan HDL Kolesterol.
Mengurangi aterosklerosis.

Meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang yang ditandai pada :
Pada anak : mengoptimalkan pertumbuhan.
Pada orang dewasa : memperkuat masa tulang,menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan lutut.

Meningkatkan kelenturan (fleksibilitas) pada tubuh sehingga dapat mengurangi cedera.

Meningkatkan metabolisme tubuh untuk mencegah kegemukan dan mempertahankan berat badan ideal.

Mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit seperti :
Tekanan darah tinggi : mengurangi tekanan sistolik dan diastolik.
Penyakit jantung koroner : menambah HDL-kolesterol dan mengurangi lemak tubuh.
Kencing manis : menambah sensitifitas insulin.
Infeksi : meningkatkan sistem imunitas.

Meningkatkan sistem hormonal melalui peningkatan sensitifitas hormon terhadap jaringan tubuh.

Meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit melalui peningkatan pengaturan kekebalan tubuh.

Penelitian Kavanagh, latihan aerobik 3 kali seminggu selama 12 minggu.
Meningkatkan pembuluh darah kolateral.
Meningkatkan HDL kolesterol.
Mengurangi aterosklerosis.
C. Persiapan Sebelum Olahraga
Pilih olahraga yang digemari, aman, mudah, dan murah.
Sebaiknya sebelum melakukan olahraga dilakukan pemeriksaan pendahuluan untuk menentukan dosis yang aman dan jenis olahraga yang cocok (tes pembebanan/stress test) terutama bila :
Ada keluhan seperti sering pusing, sesak nafas, nyeri dada.
Berpenyakit seperti penyakit jantung koroner, asma, kencingmanis, hipertensi, dll.
Berusia diatas 30 tahun.
Sebaiknya gunakan pakaian dan sepatu olahraga yang sesuai dan nyaman.
Jangan lakukan olahraga setelah makan kenyang, sebaiknya tunggu sampai 2 jam.
Minum minuman yang sejuk dan sedikit manis (manis jambu).
D. Olahraga Yang Baik Dan Benar
Olahraga dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut.
Dapat dilakukan dimana saja, dengan memperhatikan lingkungan yang mana dan nyaman, bebas polusi, tidak menimbulkan cedera. Misalnya : dirumah, tempat kerja, dan dilapangan.
Olahraga hendaknya dilakukan secara bervariasi, berganti-ganit jenisnya supaya tidak monoton.
Dilakukan secara bertahap dimulai dari pemanasan 5 – 10 menit, diikuti dengan latihan inti minimal 20 menit dan diakhiri dengan pendinginan selama 5 – 10 menit.
Frekuensi latihan dilakukan secara teratur 3 – 5 kali per minggu.
Intensitas latihan :
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh harus mencapai 70% – 85% denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan : DNM = 220 – UMUR
Untuk membakar lemak dengan intensitas yang lebih ringan yaitu 60 – 70 % DNM.

Contoh :
Orang dengan usia 40 tahun akan mempunyai:
DNM = 220 – 40 = 180.
Untuk membakar lemak orang tersebut harus berolahraga dengan denyut nadi mencapai :
60% x 180 = 108 s/d 70% x 180 = 126.
Waktu. Mulai semampunya, ditambah secara perlahan-lahan. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh (endurence) perlu waktu antara 1/2 – 1 jam, untuk membakar lemak perlu waktu lebih lama (lebih dari satu jam).
Yang Perlu Diperhatikan Setelah Berolahraga
Yang Tidak Dianjurkan Berolahraga
Jangan langsung makan kenyang setelah berolahraga, makanlah makanan lunak/cairan seperti bubur kacang hijau.
Minumlah secukupnya bila banyak berkeringat dan jangan langsung mandi.
Gantilah pakaian olahraga yang digunakan bila terlalu basah.
Bila sedang demam.
Untuk olahraga jalan bila terdapat varises pada kaki dan pada, nyeri pada sendi terutama pada lutut.
Penyakit-penyakit :
Tekanan darah tinggi tidak terkontrol.
Kencing manis tidak terkontrol.
Kelainan katup jantung.

No comments:

Post a Comment