NYERI PUNGGUNG (CTD)


 

Karakteristik pekerjaan di industri garmem umumnya adalah prosesmaterial handling (angkat-angkut), posisi kerja duduk dan berdiri, membutuhkan ketelitian cukup tinggi, tingkat pengulangan kerja tinggi pada satu jenis otot, bertinteraksi dengan benda tajam seperti jarum, gunting dan pisau potong, terjadi paparan panas di bagian pengepresan dan penyetrikaan dan banyaknya debu-debu serat dan aroma khas kain, terpaan kebisingan, getaran, panas dari mesin jahit dan lainnya. 

Permasalahan ergonomi kerja di industri garmen terutama sangat terkait dengan posisi postur tubuh dan pergelangan tangan yang tidak baik dan harus melakukan pekerjaan yang berulang-ulang pada hanya satu jenis otot sehingga sangat berpotensi menimbulkan cumulative trauma disorder (CTD)/ Repetitive Strain Injuries (RSI) (Work Safe bulletin:1997 dan FoCUS:1999). Zvonko Gradcevic dkk (2002) mengungkapkan bahwa operasi kerja di bagian penjahitan adalah dari tangan-mesin-tangan dan sub operasi mesin berdasarkan cara kerja dan bagian (piece) yang dijahit menurut struktur produk garmennya. Pekerjaan di bagian jahit membutuhkan kordinasi gerakan postur tubuh dan pergelangan tangan yang baik dan konsentrasi tinggi. Dimana perubahan gerakan ini berlangsung sangat cepat tergantung bagian yang dijahit dan tingginya frekuensi pengulangan gerakan untuk kurun waktu yang lama akan mendorong timbulnya gangguan interabdominal, mengalami tekanan inersia, tekanan pada pinggang dan tulang punggung dan tengkuk. 

Setiap pekerjaan mengandung resiko kesehatan dan keselamtan.Demikian juga sistem kerja di industri garmen potensi penyakit dan kecelakaan kerja juga sangat tinggi. Salah satu penyakit akibat kerja yang ada pada pada ndustri garmen adalah gangguan otot bahu atau CTDs pada bahu. CTD dapat diterjemahkan sebagai Kerusakan Trauma Kumulatif.Penyakit ini timbul karena terkumpulnya kerusakan kecil akibat trauma berulang yang membentuk kerusakan yang cukup besar dan menimbulkan rasa sakit. Hal ini sebagai akibat penumpukkan cedera kecil yang setiap kali tidak sembuh total dalam jangka waktu tertentu,misalnya rasa nyeri, kesemutan, pembengkakan dan gejala lainnya. 

Gejala CTD biasanya muncul pada jenis pekerjaan yang monoton, sikap kerja yang tidak alamiah, penggunaan atau pengerahan otot yang melebihi kemampuannya.Biasanya gejala yang muncul dianggap sepele atau dianggap tidak ada. Penyebab timbulnya trauma pada jaringan tubuh antara lain : Over exertion, Over stretching, Over compressor. Resiko karena kesalahan ergonomi sering dijumpai pada sebuah industri terjadi kecelakaan kerja.Kecelakaan kerja tersebut disebabkan oleh faktor dari pekerja sendiri atau dari pihak menajemen perusahaan.Kecelakaan yang disebabkan oleh pihak pekerja sendiri, karena pekerja tidak hati-hati atau mereka tidak mengindahkan peraturan kerja yang telah dibuat oleh pihak manajemen. Sedangkan faktor penyebab yang ditimbulkan dari pihak manajemen, biasanya tidak adanya alat-alat keselamatan kerja atau bahkan cara kerja yang dibuat oleh pihak manajemen masih belum mempertimbangkan segi ergonominya. Untuk menghindari resiko tersebut, pertama-tama yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi resiko yang bisa terjadi akibat cara kerja yang salah. Setelah jenis pekerjaan tersebut diidentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah menghilangkan cara kerja yang bisa mengakibatkan cidera. 

Gangguan bahu ini biasanya permasalahan yang terjadi diantaranya 

Ø Nyeri dan ketegangan otot pada sekitar daerah bahu 

Ø Keterbatasan lingkup gerak sendi pada bahu 

Ø Penurunan kekuatan otot2 pada bahu 

Ø Penurunan atau keterbatasan aktivitas kegiatan sehari-hari, seperti mandi, menyisir, memakai baju, mengambil dompet dari belakang, mengangkat barang. 

Untuk mengatasi permasalahan seperti itu, maka diperlukan pemeriksaan fisik secara khusus oleh fisioterapi guna mengetahui secara jelas, terkait dengan gangguan yang terjadi.Setelah ditemukan masalah / diagnosisnya, baru dilaksanakan program terapi secara fisioterapi sesuai dengan intervensi fisioterapi yang ada.

No comments:

Post a Comment