Olahraga dan Kekerasan

     Olahraga adalah segala aktifitas fisik yang sistematis yang mendorong manusia untuk mendorong,membina dan mengembangkanpotensi jasmani,rohani,dan sosial.olahraga juga sebagai alat pemersatu bangsa dan mampu mendorong manusia untuk lebih bersikap positif. Sedangkan kekerasan  sebenarnya adalah suatu bentuk tingkah laku yang di tunjukan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental.
   Pada dasarnya kekerasan diperlukan untuk meraih suatu tujuan prestasi,namun di zaman sekarang kekerasan lebih cenderung pada hal yang negatif  seperti  kekerasan antar pemain,pemain dengan wasit,sampai kekerasan antar suprter

Jenis Tingkahlaku Kekerasan
            Pada dasarnya suatu bentuk kekerasan di bedakan menjadi dua yaitu kekerasan instrumental aggression dan hostile aggression
1.Instrumental aggression
            Tingkah laku kekerasan ini adalah suatu bentuk tingkah laku kekerasan yang bersifat positif,dengan tujuan untuk memperoleh suatu kemenangan dan sesuai dengan aturan yang di tetapkan pada suatu pertandingan,contoh dari kekerasan ini seperti menendang pada cabang pencak silat atau memukul pada olahrag tinju
2. Hostile aggression
            Tingkah lekerasan ini adalah kekerasan yang bersifat negatif,dan kekerasan yang  menyakiti orang lain dan tidak sesuai dengan aturan permainan. Kekerasan inisangat bertentangan dengan azaz fair play yang selalu di usung dalam suatu permainan contoh dalam jenis ini adalah memukul wasit,menciderai lawan serta melakukan tindakan rasisme

C. Beberapa Teori Kekerasan
            Dari berbagai tingkah laku kekerasan terdapat sejumlah teori  yang dapat digunakan untuk menjelaskan suatu tingkah laku kekerasan,tetapi tidak semua masalah dapat dijelaskan melalui teori,dari bermacam teori,teori yang biasa di gunakan yaitu teori instink (instinct theory),teori belajar sosial (social learning theory),teori frustasi-agresi(Dollard,dkk),teori konflik-realistik(sheriff),dan teori identitas sosial(Tajfel)
1.Teori instink(instinct theory)
            Teori ini adalah suatu teori yang menganggap bahwa kekerasan adalah suatu bentuk dari naluri manusia yang memerlukan suatu penyaluran,salah satu penyaluran menusia adalah olah raga,penyaluran ini merupakan salah satu bentuk penyaluran yang bersikap positif namun biasanya manusia lebih cenderung menyalurkan kepada hal-hal yang bersifat negative seperti tawuran,berkelahi ataupun menganiaya dengan tujuan untuk memuaskan diri.
2.Teori belajar sosial(social learning  theory)
     Teori ini menyatakan bahwa seseorang  melakukan suatu kekerasan karena meniru perilaku seseorang,ataupun sesuai dengan didikan seseorang ,maka apablia seseorang melakukan suatu tindakan kepada orang lain atau pada dirinya maka orang itu juga akan meniru kepada seseorang juga. Kekerasan ini biasanya disebabkan oleh bebeapa factor,diantaranya adalah
    a. Tingkah laku si model mendapat konsekuensi positif
    b. Tingkahlaku kekerasan si model yang seharusnya di hukum tidak dihuku
   c. Tingkahlaku si model mendapat pembenaran secara sosial sebaliknya bila tingkahlaku kekerasan si model mendapat punishment(penolakan)maka individu tidak akanmeniru tingkah laku tersebut

3. Teori Frustasi-Agesi (Dollard,dkk)
       Maksudnya adalah suatu kekerasan terjadi karena orang tersebut tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan,atau suatu bentuk dari sikap frustasi seseorang, frustasi bisa dikarenakankarena suatu kekalahan di dalam suatu pertandingan,merasa  di curangi dan merasa di perlakukan tidak fair
4. Teori Konflik- Realistik (sheriff)
            Perilaku ini di sebabkan karena perebutan suatu sumber yang terbatas seperti ekonomi,kekuasaan,uang,yang mengakibatkan terjadinya persaingan yang bersifat menang dan kalah(win-lose orientation). Kekerasan ini biasanya terjadi karena satu sama lain memiliki presepsi yang negative dan kemudian menjadi prasangka.konfik ini biasanya bukan hanya dilakukan bukan hanya perorangan tetapi juga oleh para pendukung. Menurut Schwartz(1994) terdapat 56 nilai motivasi yang dapat menggerakan perilaku manusia,ke 56 perilaku tersebut di kelompokan ke dalam  sepuluh kategoriyang berpola dua dimensi yang saling bertentangan. Aplikasi teori ini dalam konteks olahraga tidak begitu Nampak,kecuali pada kasus dimana olahraga di jadikan alat untuk merih kekuasaan atau sumber pendapatan

5. Teori Identitas sosial(Tajfel)
            Teori ini pertama kali di kemukakan oleh henry tajfel(1982) teori ini mencangkup tentang prasangka,diskriminasi konflik antar kelompok,dan perubahan sosial. Prasangka merupakan suatu evaluasi negative kepada kelompok atau orang lain yang berbeda,di dalam teori ini juga mengatakan bahwa konflik antar kelompokdi sebabkan karena adanya kebanggaan atas identitas kelompokyang berlebihan. Menurut tajfel(1982)hal yang biasa di lakukan individu dalam menentukan identitas sosialnya yaitu  kategorisasiidentifiasai dan komparasi. Dalam kategorisasi bias any individu menggolong golongkan seseorang yang mempunyai karakteristik yang sama ke dalam kelompok tertentu,atau pun mengidentifikasikan dirinya ke dalam kelompok yang telah di imajinasikan sendiri dan merasa dirinya atau kelompok mereka lebih baik dari orang lain atau kelompok lain.konflik biasanya terjadi karena hal-hal positif dari dorang lain atau kelompok lain di anggap sebagai ancaman,sehingga perlu untuk disaingi,berusaha memiliki,atau bahkan harus di musnahkan.proses seperti ini di sebut  dengan stereotype yaitu menggenerelisasikan yang dilakukan hanya berdasarkan keanggotaan dalam kategori kelompok tertentu.
Hal yang menjadi sumbermunculnya stereotype,yaitu
·         1 Perbedaan sosial.
Dalam konteks ini stereotipe merupakan rasionalisasi,yaitu pembenaran dengan menggunakan akal sehat dari perbedaan status tersebut
·        2  Identitas sosial
Individu akan melakukan kategorisasi identifikasi dan komparasi dimana hal tersebut di bagi menjadi dua hal yaitu ingroup dan outgroup
·        3  Konformitas
Perubahan individu karenaadanya keinginan unntukmengikuti keyakinan dan standar orang lain
·         4 Illusory correlation
·         Atribusi(label)

D. Cara Mencegah Tingkahlaku Kekerasan
1.     -  Pelatih,wasit,dan official lainnya jangan pernah mentoleransi tindakan kekerasan
2.      - Perlu penerapan atuaran secara konsisten di setiap tingkatan baik pada individu maupun institusi.
3.      - Sesegera mungkin menghukum siapa saja yang melakukan kekerasan.
4.      - Atlet yang melakukan kekerasan segera di isolasi atau di keluarkan dari pertandingn
5.      - Mereka yang mempunyai potensi untuk melakukan kekerasan di arahkan ke hal yang bersifat positif, seperti ke olahraga tinju silat ataupun karate
6.      - Etika fair play perlu di ajarkan kepada pemain yang terlinat dalam olahraga
7.      - Media massa perlu informasi yang seimbang dan aktual

No comments:

Post a Comment