Pemanduan Bakat Olahraga


Dalam rangka pembinaan dan pengembangan suatu prestasi olahraga, maka perlu dilakukan pembinaan sejak usia dini. Agar pembinaan dapat berlangsung baik, maka perlu adanya usaha pemanduan bakat. Berkaitan dengan pemanduan bakat, Sugiyanto dan Agus Kristiyanto (1998: 51) berpendapat, “pemanduan bakat pada dasarnya dilandaskan pada pemikiran yang bersifat prakiraan mengenai kemungkinan pencapaian prestasi apabila seseorang sejak dini diberi kegiatan belajar dan berlatih olahraga secara serius”. Menurut Andi Suhendro (1999: 2.3) pemanduan bakat adalah, “Usaha yang dilakukan untuk memperkirakan (prediksi) peluang seorang atlet berbakat, agar dapat berhasil dalam menjalankan program latihan, sehingga mampu mencapai prestasi puncak”.  Pendapat lain dikemukakan Depdiknas (2003: 7) pemanduan bakat adalah, “Proses dimana anak-anak dianjurkan berpartisipasi di cabang olahraga dimana mereka kemungkinan besar dapat berhasil, didasarkan kepada hasil-hasil tes dari parameter-parameter terpilih”.    
Berdasarkan tiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa, pemanduan bakat pada prinsipnya usaha prakiraan atau prediksi yang didasarkan pada hasil-hasil tes dari parameter atau alat ukur yang telah ditentukan, sehingga seseorang dapat diperkirakan melalui latihan yang rutin dalam jangka waktu tertentu akan mampu mencapai prestasi seperti yang diharapkan. Yusuf Adisasmita dan Aip Syarifuddin (1996: 53) menyatakan, “Tujuan pemanduan bakat yaitu, untuk memprediksikan dengan propabilitas yang tinggi, seberapa besar peluang seseorang untuk berhasil mencapai prestasi maksimalnya dan apakah seorang atlet muda mampu secara sukses menyelesaikan atau melewati program latihan dasar, untuk kemudian ditingkatkan latihannya menuju prestasi puncak”.
  Untuk memperkirakan atau memprediksi prestasi seseorang dalam jangka waktu tertentu tidaklah mudah. Namun hal ini dapat diusahakan dan paling tidak mendekati kebenaran atau kenyataan. Untuk itu dibutuhkan langkah-langkah yang tepat, sehingga atlet yang berbakat dapat meraih prestasi sesuai yang diharapkan. Menurut Menpora (1992) yang dikutip Andi Suhendro (1999: 2.4) langkah-langkah pemanduan bakat atlet dapat dilakukan sebagai berikut:
1)   Melakukan suatu analisis yang lengkap terhadap baik faktor fisik, maupun mental sesuai dengan karakteristik cabang olahraga yang diminati.
2)      Melakukan seleksi umum dan khusus dengan menggunakan instrumen (alat ukur) dari cabang olahraga yang bersangkutan.
3)  Melakukan seleksi berdasarkan karakteristik anropometrik dan kemampuan fisik, serta disesuaikan dengan tahapan perkembangan fisiknya.
4)    Melakukan evaluasi berdasarkan data yang konprehensif (menyeluruh) dengan memperhatikan sikap anak terhadap olahraga baik didalam sekolah maupun di luar sekolah, partisipasi olahraga diluar sekolah, keunggulan atau ciri-ciri prestasi yang unik di lingkungan sekolah. 

Langkah-langkah seperti yang disebutkan di atas penting untuk diperhatikan dalam pemanduan bakat. Disamping itu juga, seorang pemandu bakat harus memiliki latar belakang pengetahuan yang relevan terhadap tugas pemandu bakat. Seperti dikemukakan Andi Suhendro (1999: 2-4) bahwa, “Didalam pemanduan bakat diperlukan penanganan terpadu secara ilmiah dengan memanfaatkan  para ahli diberbagai bidang ilmu. Sedangkan Sugiyanto dan Agus Kristiyanto (1998: 52) menyatakan, latar belakang pengetahuan yang harus dikuasai dalam melakukan pemanduan bakat yaitu:
1)  Hakekat prestasi diberbagai cabang olahraga, dimana setiap cabang olahraga memiliki karakteristik masing-masing.
2)      Profil olahragawan yang berprestasi pada setiap cabang olahraga.
3)      Pengetahuan tentang genetika.
4)      Pengetahuan tentang hakikat perkembangan gerak.
5)   Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi di bidang olahraga.
6)      Pengetahuan tentang penelitian keolahragaan.
    Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, untuk menjadi pemandu bakat yang potensial harus memiliki latar belakang pengetahuan diberbagai bidang ilmu keolahragaan. Kemampuan seseorang mengindentifikasi bakat seseorang dibutuhkan kecermatan dari berbagai faktor, karena setiap cabang olahraga memiliki karakteristik berbeda. 

No comments:

Post a Comment