PERATURAN PERMAINAN TENIS MEJA

                                                                                         
2.1 MEJA
2.1.1 Permukaan meja atau meja tempat bermain harus berbentuk segi empat dengan panjang
274 cm dan lebar 152,5 cm dan harus datar dengan ketinggian 76 cm di atas lantai.
2.1.2 Permukaan meja tidak termasuk sisi permukaan meja.
2.1.3 Permukaan meja boleh  terbuat  dari  bahan apa saja namun harus menghasilkan pantulan
sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan dari ketinggian 30 cm
2.1.4 Seluruh permukaan meja harus berwarna gelap dan pudar dengan garis putih selebar 2 cm,
pada tiap sisi panjang meja 274 cm dan lebar meja 152,5 cm.
2.1.5 Permukaan meja dibagi dalam 2 bagian yang sama secara vertikal oleh net pararel dengan
garis akhir dan harus melewati lebar permukaan masing-masing bagian meja.
2.1.6 Untuk ganda,   setiap bagian meja harus  dibagi  dalam 2 bagian yang  sama dengan garis
tengah berwarna putih selebar 3 mm,  pararel  dengan garis  lurus sepanjang kedua bagian
meja, garis tengah tersebut harus dianggap menjadi 2 bagian kiri dan kanan.

2.2 PERANGKAT NET
2.2.1 Perangkat net harus terdiri dari net, perpanjangannya dan kedua tiang penyangga, termasuk
kedua penjepit yang dilekatkan ke meja.
2.2.2 Net harus terpajang dengan bantuan tali yang melekat pada kedua sisi atas tiang setinggi
15,25 cm, batas perpanjangan kedua tiang di setiap sisi akhir lebar meja adalah 15,25 cm.
2.2.3 Ketinggian sisi atas net secara keseluruhan harus 15,25 cm di atas permukaan meja.
2.2.4 Dasar net sepanjang lebar meja harus rapat dengan permukaan meja dan perpanjangan ujung net harus serapat mungkin dengan tiang penyangga.

2.3 BOLA
2.3.1 Bola harus bulat dengan diameter 40 mm.
2.3.2 Berat bola harus 2,7 gr.
2.3.3 Bola harus terbauat dari bahan celluloid atau sejenis bahan plastik dan harus berwarna putih
atau oranye dan pudar (tidak mengkilap).

2.4 RAKET/BET
2.4.1 Ukuran, berat, bentuk raket tidak ditentukan, tapi daun raket harus datar dan kaku.
2.4.2 Ketebalan daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu, dapat dilapisi dengan bahan perekat
yang berserat seperti fiber karbon atau fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan, bahan
tersebut tidak lebih dari 7,5 %  dari total ketebalan 0,35 mm, yang adalah merupakan bagian
yang lebih sedikit/tipis.
2.4.3 Sisi  daun  raket  yang digunakan untuk memukul  bola  harus  ditutupi  karet  bintik biasa,
dengan   karet   bintik   yang  menonjol   keluar   (karet   pletok)   namun  memiliki   ketebalan
termasuk lapisan lem perekat tidak lebih dari 2 mm, atau karet lunak (Sandwich Rubber)
dengan karet bintik di dalamnya, ketebalan raket seluruhnya tidak lebih dari 4 mm termasuk
lem perekat.
2.4.3.1 Karet bintik biasa adalah lapisan tunggal yang bukan karet celular, sintetik, atau karet alam,
dengan bintik yang menyebar di  permukaan  raket  secara merata dengan kepadatan  tidak
kurang dari 10 per-cm kuadrat dan tidak lebih dari 30 per - cm kuadrat.
2.4.3.2 Karet   lunak  (Sandwich Rubber)  adalah  lapisan  tunggal  dari  karet  cellular  yang ditutupi dengan lapisan luar karet bintik biasa, ketebalan dari karet bintik tidak lebih dari 2 mm.
2.4.4 Karet penutup daun raket tidak melebihi daun raket itu sendiri, kecuali pada bagian terdekat
dari kayu yang dipegang dan yang ditutupi oleh jari-jari dapat ditutupi oleh bahan lain atau
tidak ditutupi.
2.4.5 Daun raket, lapisan yang menutupi baik karet atau lemnya harus merata (tidak bersambung)
dan bahkan ketebalannya.
2.4.6 Permukaan raket  yang  tidak ditutupi  karet  pada sisi,  harus diwarnai  pada sisi  yang  tidak
ditutupi   oleh   karet   dengan  warna   pudar,  merah   atau   hitam  (tidak   sama   dengan  warna
sebelahnya)2.4.7 Apabila   terjadi   sedikit   kekurangan   /   penyimpangan   pada   warna   dan   kesinambungan
permukaan akibat  kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian yang  tidak disengaja dapat
diizinkan sepanjang tidak merubah karakteristik dari permukaan raket.
2.4.8 Pada permulaan permainan dan kapan  saja pemain menukar   raketnya selama permainan
berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan raketnya pada lawannya dan pada wasit
dan harus mengizinkan mereka (wasit dan lawannya) untuk memeriksa / mencobanya.

2.5 DEFINISI
2.5.1 Suatu (rally) adalah suatu periode selama bola dalam permainan.
2.5.2 Bola dalam permainan mulai dari saat terakhir diam di telapak tangan bebas sebelum bola
dilambungkan pada saat servis hingga rally diputuskan sebagai suatu let / poin.
2.5.3 Suatu let adalah suatu rally yang hasilnya tidak dinilai / dihitung.
2.5.4 Suatu poin adalah hasil suatu rally yang hasilnya dinilai / dihitung.
2.5.5 Tangan raket adalah tangan yang memegang raket.
2.5.6 Tangan bebas adalah tangan yang tidak memegang raket.
2.5.7 Seorang pemain memukul bola jika dia menyentuhnya dengan raket yang dipegangnya atau
bagian tangan di bawah pergelangan tangan yang memegang raket ketika bola masih dalam
permainan.
2.5.8 Seorang pemain yang menyentuh bola jika dia atau apa saja yang dipakai atau dibawanya,
mengenai  bola ketika bola masih berada  /  melintas  di  atas  permukaan meja dan belum
melewati garis akhir, atau belum menyentuh bagian mejanya sejak dipukul oleh lawannya.
2.5.9 Pelaku Servis / Pemain Yang melakukan servis (server) adalah pemain yang memukul bola
pertama kalinya dalam suatu rally.
2.5.10 Penerima bola (receiver) pemain yang memukul bola yang kedua pada sutu rally.
2.5.11 Wasit adalah seorang yang ditunjuk untuk mengawasi permainan.
2.5.12 Pembantu   wasit  adalah   seorang   yang   ditunjuk   untuk   membantu   dengan
 keputusan–
 keputusan tertentu.
2.5.13 Sesuatu yang dipakai atau dibawa oleh seorang pemain adalah segala sesuatu yang
 dipakai atau dibawa, kecuali bola, pada saat rally dimulai.
2.5.14 Bola harus sudah dinyatakan melewati atau mengelilingi net jika telah melalui bagian mana
saja selain antara net dan tiangnya dan antara net dan permukaan meja.
2.5.15 Garis akhir termasuk perpanjangan kedua arah tepi meja.

2.6 SERVIS YANG BENAR
2.6.1 Servis dimulai  dengan bola diam secara bebas di  atas permukaaan  telapak  tangan bebas
pelaku servis.
2.6.2 Pelaku servis harus melambungkan bola secara vertikal tanpa putaran, sehingga bola naik
minimal 16 cm dari permukaan tangan bebas, kemudian turun tanpa menyentuh
apapun sebelum dipukul.
2.6.3 Pada   saat   bola   turun,   pelaku   servis   harus  memukulnya   sehingga  menyentuh  mejanya
terlebih dahulu dansetelah melewati net atau mengelilingi net kemudian menyentuh meja
dari  penerima,  pada permainan ganda,  bola harus menyentuh bagian kanan dari  masing
masing meja pelaku servis dan penerima secara berurutan.
2.6.4 Dari  mulai  servis hingga bola dipukul,  bola harus di  atas perpanjangan permukaan meja
permainan  (di  belakang batas akhir  meja)  pelaku  servis,  dan bola  tidak boleh ditutupi   /
terhalang oleh bagian badan atau pakaian pelaku servis atau pasangannya,  segera setelah
bola dilambungkan, tangan bebas harus disingkirkan / ditarik dari garis bebas antara badan
dan net.
2.6.5 Menjadi   tanggung  jawab  pemain  untuk melakukan   servis   agar   terlihat  oleh wasit
atau
pembantu wasit sesuai dengan persyaratan servis.
2.6.5.1 Jika wasit ragu atas keabsahan suatu servis, pada kesempatan pertama pada
pertandingan tersebut, wasit boleh menyatakan let dan memperingati pelaku
servis.
2.6.5.2 Setiap keraguan servis berikutnya untuk pemain atau pasangannya dalam satu
pertandingan akan menghasilkan 1 poin untuk lawannya.
2.6.5.3 Bila terjadi servis gagal dan secara nyata tidak sesuai dengan persyaratan dari servis
yang baik, pada saat pertama kali maupun pada kesempatan lainnya, maka tidak ada
peringatan dan penerima servis harus diberikan poin 1.
2.6.6 Pengecualian, wasit dapat melonggarkan persyaratan servis yang baik jika diyakini bahwa
rintangan tersebut disebabkan oleh kemampuan fisik yang tidak normal

.2.7 PENGEMBALIAN YANG BENAR
2.7.1 Bola, setelah diservis atau dikembalikan, harus dipukul sehingga melewati / mengelilingi
net dan menyentuh meja lawan, baik secara langsung maupun setelah menyentuh net.

2.8 URUTAN PERMAINAN
2.8.1 Pada permainan tunggal, pelaku servis harus melakukan servis yang benar terlebih dahulu,
kemudian penerima harus melakukan pengembalian yang benar setelah itu pelaku servis dan
penerima secara bergantian melakukan pengembalian yang benar.
2.8.2 Pada permainan ganda,  pelaku servis harus melakukan servis yang benar terlebih dahulu,
kemudian   penerima  melakukan   pengembalian   bola   dengan   baik,   selanjutnya   pasangan
masing-masing  melakukan   pengembalian   dan   akhirnya   secara   bergiliran   setiap   pemain
melakukan pengembalian yang benar.

2.9 SUATU LET
2.9.1 Reli dinyatakan let
2.9.1.1 Jika pada saat servis, bola melewati net dan menyentuhnya, kemudian bola masuk
atau dipukul oleh penerima atau pasangannya.
2.9.1.2 Jika  servis dilakukan pada saat  penerima atau pasangannya belum siap dan baik
penerima atau pasangannya tidak berusaha memukul bola / mengembalikan.
2.9.1.3 Jika gagal melakukan servis atau mengembalikannya dengan benar atau jika sesuai
dengan peraturan bahwa hal tersebut disebabkan gangguan dari luar.
2.9.1.4 Jika permainan distop oleh wasit atau pembantu wasit.
2.9.2 Permainan dapat dihentikan
2.9.2.1 Urutan mengoreksi kesalahan urutan servis, penerima atau tempat
2.9.2.2 Untuk memulai sistim percepatan waktu.
2.9.2.3 Untuk menghukum dan memperingati pemain.
2.9.2.4 Karena kondisi permainan terganggu dan mempengaruhi hasil reli.

2.10SUATU POIN/SKOR
2.10.1 Selain reli dinyatakan let, pemain dinyatakan mendapat poin.
2.10.1.1Jika lawannya gagal melakukan servis dengan benar
2.10.1.2Jika lawannya gagal mengembalikan bola dengan benar.
2.10.1.3Jika   sebelum bola   dipukul   oleh   lawannya,   bola  menyentuh  apa   saja   selain  net
sebelum dipukul oleh lawannya.
2.10.1.4Jika setelah dipukul oleh lawan, bola (yang datang) telah berada di luar permukaan
meja, tanpa menyentuh meja.
2.10.1.5Jika lawannya menyentuh bola.
2.10.1.6Jika lawannya menyentuh bola dua kali secara beruntun.
2.10.1.7Jika lawannya memukul bola dengan sisi daun raket yang tidak tertutupi karet atau
tidak sesuai dengan ketentua 2.4.3, 2.4.4 dan 2.4.5.
2.10.1.8Jika lawannya atau apa saja yang dipakainya menggerakkan permukaan meja.
2.10.1.9Jika lawannya atau apa saja yang dipakai menyentuh net.
2.10.1.10Jika tangan bebas lawannya menyentuh permukaan meja.
2.10.1.11Jika dalam permainan ganda lawannya memukul bola di luar urutannya
2.10.1.12Seperti yang dijelaskan dalam sistim percepatan waktu (2.15.2).

2.11SUATU GAME/SET
2.11.1 Suatu   game   dinyatakan   dimenangkan   oleh   seorang   pemain   /   pasangan   yang   pertama
mendapat  poin  11,  kecuali  kedua  pemain  atau pasangan  sama  mendapat  poin  10,  pada
situasi ini, salah satu pemain atau pasangan harus mendapat selisih kemenangan 2 poin atas
lawannya.

2.12SUATU PERTANDINGAN
2.12.1 Suatu pertandingan  terdiri  dari  game   /   set  ganjil   terbaik  (3,  5,  7  atau bahkan  9  game.
Biasanya terdiri dari 5 atau 7 game / set).

2.13MEMILIH SERVIS MENERIMA BOLA, ATAU TEMPAT
2.13.1 Hak untuk memilih urutan servis, menerima bola, atau tempat harus diputuskan oleh undian
pemenangnya dapat memilih servis, menerima bola atau memilih tempat terlebih dahulu.
2.13.2 Bila salah satu pemain / pasangan telah memilih servis atau menerima atau memilih tempat,
maka lawannya harus memilih yang lainnya.
2.13.3 Setelah mencapai 2 (dua) poin, penerima / pasangan yang harus menjadi pelaku servis
dan seterusnya secara bergantian hingga game selesai, kecuali kedua pemain / pasangan telah sama –  sama mencapai  poin 10 atau  sistim percepatan waktu diperlakukan,maka urutan servis dan menerima tetap sama tetapi setiap pemain harus melakukan servis 1 kali secara
bergantian.
2.13.4 Pada   setiap  pertadingan  ganda,  pasangan  yang melakukan   servis   terlebih  dahulu  harus
menentukan  siapa dari  mereka yang melakukan  servis  pertama dan penerima bola  juga
harus menentukan siapa yang terlebih dahulu menerima bola, dalam game / set berikutnya,
pemain yang menerima bola pertama kali menjadi pemain yang melakukan servis pertama
kepada yang melakukan servis pada set / game sebelumnya.
2.13.5 Dalam  ganda,   pada   setiap   pergantian   servis,   pemain   yang   sebelumya  menerima   bola
menjadi pelaku servis dan pasangan yang sebelumnya melakukan servis menjadi penerima.
2.13.6 Pemain / pasangan yang melakukan servis pertama pada suatu game / set menjadi
penerima
pada game  /  set  berikutnya dan pada game  /  set   terakhir   (penentuan)  pada pertandingan
ganda,  pasangan yang menerima  bola  kemudian harus  merubah urutan yang menerima
apabila salah satu pasangan telah mencapai poin  5.
2.13.7 Pemain / pasangan yang memulai pada suatu sisi (tempat) dalam suatu game akan pindah
tempat  pada game berikutnya dan pada game  /  set  penentuan,  pemain  /  pasangan,  harus
tukar tempat jika salah satunya telah mendapat skor 5.

2.14KESALAHAN URUTAN SERVIS, PENERIMA, ATAU TEMPAT
2.14.1 Jika pemain melakukan kesalahan urutan servis (server maupun receiver), permainan
            harus
segera dihentikan oleh wasit dan dilanjutkan sesuai dengan urutan yang sebenarnya siapa
yang seharusnya melakukan servis dan menerima bola pada skor / angka yang telah dicapai,
sesuai dengan urutan pada saat mulai pertandingan, dan dalam ganda, sesuai dengan urutan
peman yang  telah ditetapkan,  melakukan servis pertama dalam game  /  set   tersebut  sejak
kesalahaanya ditemukan.
2.14.2 Jika para pemain tidak bertukar tempat pada saat mereka seharusnya melakukannya, wasit
harus  menghentikan permainan dan dilanjutkan  sesuai  dengan pemain yang  sebenarnya
pada  skor  yang  telah diraih,  disesuaikan dengan uutan yang  telah ditetapkan pada   saat
pertandingan dimulai.
2.14.3 Dalam keadaan apapun semua poin yang telah diraih sebelum kesalahan ditemukan harus
dihitung.

2.15SISTEM PERCEPATAN WAKTU ( Expedite System )
2.15.1 Kecuali kedua pemain / pasangan telah mencapai skor / poin 9, jika permainan tidak selesai
dalam waktu 10 menit maka sistim percepatan waktu harus diberlakukan atau pada awalnya
telah diminta oleh kedua pemain / pasangan.
2.15.1.1Jika bola masih dalam permainan ketika batas waktu telah habis, permainan harus
dihentikan oleh wasit dan dilanjutkan dengan mengulang servis oleh pemain yang
melakukan servis pada saat permainan berlangsung.
2.15.1.2Jika bola tidak pada saat permainan ketika batas waktu  telah  tercapai,  permainan
dilanjutkan dengan pemain yang melakukan servis adalah pemain yang menerima
bola sebelumnya.
2.15.2 Setelah itu,  setiap pemain harus melakukan servis 1 kali secara bergantian dan pemain   
pasangan   yang   menerima   bola   harus   mendapat   poin   bila   telah   melakukan   13   kali
pengembalian dengan benar.
2.15.3 Sekali  diterapkan,  sistim percepatan waktu harus  terus diberlakukan hingga pertandingan
selesai.


No comments:

Post a Comment